Jumat, Januari 25, 2013

Membuat Silsilah Keluarga

Hal utama yang sering dialami oleh kita semua adalah pemahaman akan silsilah keluarga. Banyak diantara kita yang terkadang bingung saat harus mendokumentasikan silsilah keluarga dikarenakan pembuatannya yang memakan extra tenaga juga disebabkan pula oleh keterbatasan software yang mengakomodasinya yang dirasa cukup user friendly. 

Berangkat dari hal itu, aku mencoba satu persatu software silsilah keluarga yang banyak bertebaran di internet dari yang freeware sampai yang berbayar. Untuk kali ini, aku akan mencoba share sebuah fasilitas pembuatan silsilah keluarga yang disediakan secara on-line. keuntungannya menggunakan fasilitas ini adalah, kita bisa mengaksesnya disaat dibutuhkan selama ada koneksi internet. 

Situs yang menyediakan software ini adalah www.geni.com. Tampilannya saat pertama kali dibuka adalah seperti ini :

 
Bagi kalian yang belum memiliki account bisa mendaftar disana secara free (lihat marker kotak) dan bagi kalian yang telah memiliki account bisa langsung log in (lihat marker lingkaran)

Berikut adalah tampilan halaman ketika kita telah log in :


Kita bisa langsung melihat silsilah (family tree) dengan mengklik "tree" pada baris atas (lihat marker lingkaran). 
Setelah masuk ke menu "tree" berikut adalah tampilannya :


Kita bisa menambahkan nama saudara atau anak dengan mengklik panah samping atau bawah. Untuk pilihan  penambahan informasi saat mengklik panah bawah dapat dilihat pada gambar di atas, sementara untuk pilihan penambahan informasi saat mengklik panah samping dapat dilihat pada gambar berikut ini :


Software Geni ini akan terus bisa terangkai dengan kompleks,misalnya usai kita buat silsilah dari sisi kita, kita bisa membuat pula silsilah dari sisi istri kita, atau kakak ipar kita, atau dari sisi lainnya secara bersambungan tak berbatas. 

Katakanlah kita telah membuat silsilah dari sisi istri kita, maka secara otomatis akan ada tanda di kolom istri kita yang menunjukkan bahwa istri kita tersebut memiliki silsilah tersendiri yang dapat diakses dengan mengklik tanda tersebut. Berikut gambar tampilannya (lihat marker lingkaran):


Intinya, bagiku software ini sangat berguna saat harus melakukan update silsilah keluarga. Fasilitas akses on-line nya memudahkanku dalam mengaksesnya disaat aku harus berkunjung ke rumah kerabat/orang tua/sesepuh dan lainnya dimana aku bisa langsung menambahkannya disana. 

Demikian share kali ini, semoga bisa bermanfaat bagi semuanya. Yang terpenting adalah jangan sampai anak atau cucu kita nanti tidak mengetahui sama sekali silsilah mereka agar tidak perlu terjadi putus silaturahmi atau padam obor. 

Salam

Pengalaman Menjadi Wedding Organizer


Setelah beberapa kali terlibat di dalam Wedding Organizer, baru kali inilah mendapat kepercayaan sepenuhnya sebagai penanggung jawab penuh dalam satu acara pernikahan. Dari proses persiapan yang meliputi budget, acara, dokumentasi hingga seluruh hal-hal lainnya harus dipikirkan. Jujur saja, tanggung jawab ini teramat sangat menyita energi apalagi bagi aku yang memang di level "Pemula".

Secara konsep aku menawarkan pilihan ala betawi yang menurutku cukup simple namun tidak mengurangi faktor-faktor pendukung lainnya seperti busana, kesakralan acara akad nikah hingga proses hiburan dan pendokumentasian acara. Hal yang sangat mengkhawatirkan adalah faktor cuaca yang saat acara dilangsungkan berada di dalam bulan-bulan dengan intensitas hujan yang sangat besar. 

Untuk menyiasati hal ini, aku merefer kepada do'a kepada sang Khaliq agar dalam proses Allah bisa memperlancar urusan ini. Ya, guna pelaksanaannya aku meminta kepada Pemilik haja agar mengumpulkan anak yatim tepat di malam sebelum acara berlangsung. Diawali dengan proses do'a bersama dengan mereka yang aku pimpin sendiri dan diakhiri dengan pembagian sodaqoh kepada mereka. Aku sangat yakin bahwa dengan sodaqoh dan diamini langsung oleh anak yatim, Allah akan memudahkan segala proses acara. 

Diantara bait-bait do'a yang kubaca adalah do'a kelancaran hajat, kemudahan segala urusan dan do'a mengalihkan hujan yang diambil dari hadis. 


Singkat cerita, akhirnya acara berlangsung dan Alhamdulillah Allah memberikan kelancaran di dalam prosesnya. Berulang kali gerimis datang dan sesaat ketika gerimis datang, dengan kuasa Allah angin berhembus kencang menyapu awan mendung pergi jauh. Aku menjadi saksi mata atas kekuasaan Allah terhadap seluruh kejadian ini. 

Subhanallah,...... Maha Suci Engkau Ya Allah yang telah memudahkan segala urusan kami. 

Pengalaman ini membuatku semakin yakin bahwa apapun urusan hajat kalian, lakukan dengan sekuat tenaga dengan cara yang terbaik, lalu pasrahkan segala urusan kepada Allah untuk hasil yang terbaiknya. Karena Allah selalu Maha Tahu mana yang terbaik buat kita. 

Sebait do'a penutup :

Allahumma La Ma-ni'a lima a'toita 
(Ya Allah, tiada yang dapat mencegah terhadap segala yang telah Kau berikan)

Wala Mu'tia lima mana'ta
(dan tiada yang dapat memberikan terhadap segala yang telah Kau cegah)

Wala Roodda lima qodoita
(dan tiada yang dapat mengembalikan terhadap segala yang telah Kau limpahkan)


Untuk link slideshow proses Akad Nikahnya bisa dilihat disini :

http://www.youtube.com/watch?v=7xwWmWDh56s


Sabtu, Desember 29, 2012

Ziarah Ke Makam Orang Tua


Setelah hampir 4 tahun lamanya, akhirnya di tanggal 15 Desember 2012 lalu, aku dan keluarga bisa juga menyempatkan diri untuk berziarah ke makam orang tua di daerah Pandeglang - Banten sana. Ada rasa gembira karena Allah memberikan waktu serta kesempatan untuk menyambangi makam orang tua namun ada juga rasa sedih yang mendalam ketika tiba disana. 

Sebuah ritual umum yang biasanya dilakukan setidaknya setahun sekali, nyaris tertunda hingga hampir 4 tahun lamanya. Kadang hati ini bertanya, apakah karena kesibukanku sendiri,.... ? ataukah karena memang aku yang tidak pernah menyempatkan diri,.... ? Entahlah, keduanya ada benarnya dan aku sendiri tak pernah mencoba untuk mengingkarinya. 


Tak terasa butiran air mata bergulir ketika doa terpanjatkan. Kesedihan mendalam bukan karena orang tua telah tiada, karena bagiku itu merupakan sebuah proses kehidupan yang kelak bakal dialami setiap manusia, melainkan sebuah kesedihan karena sebagai seorang anak, aku merasa jauh dari sebuah kalimat "berbakti" terhadap orang tua. 

" Robbi auzidnii an asykuro ni'matakal latii an'amta 'alayya,... 
Wa 'alaa walidayya, wa 'an a'mala soolihan tardoohu,...
Wa adkhilnii min 'ibadikas solihiin,.... 
Innii zolamtu nafsii,... Faghfirlii Faghofaro lahu, 
Innahu Huwal Ghofururrahiim,.... "

" Ya Robbi, semoga kau tambahkan rasa syukur atas segala nikmat yang telah Kau berikan kepadaku,... dan juga kepada orang tuaku, dan juga segala amal sholeh yang telah Kau rido'i,...
Dan semogaKau masukkan aku ke dalam golongan hambaMu yang sholeh,...
Sungguh aku telah menzolimidiriku sendiri,... maka ampunilah aku dan juga kedua orang tuaku,...
Karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Maha Penyayang,.... "


Selasa, Juni 12, 2012

Disebuah Penghujung,..........

Sudah satu setengah bulan ini pekerjaanku teramat sangat banyak. Closing Project,..... yup itulah bahasa kerennya yang biasa dipakai orang. 

Sebagai Pimpinan Project, tentunya banyak sekali yang harus aku lakukan di area dan andai dibuatkan sebuah task list, akan ada banyak daftar berbaris disana yang bahkan melihatnya saja orang sudah pasti langsung mulas. Seorang Menthor pernah mengatakan padaku dahulu

"Rencanakan apa yang kau kerjakan,... Kerjakan apa yang kau rencanakan,... "

Sudah jauh-jauh hari kurencanakan baris demi baris agar segala sesuatunya bisa selesai dengan baik, namun faktanya yang terjadi saat ini adalah semua menjadi sangat berantakan hanya karena orang lain tidak merencanakan pekerjaan mereka dengan baik. Sungguh sangat menyebalkan apabila ada sebuah rencana yang tidak berjalan dengan baik hanya karena "kesalahan" orang lain.

Tekanan yang kuat tak hanya datang dari pekerjaan saja, takanan dari sisi-sisi lain juga datang memaksaku untuk berpikir secara paralel diwaktu yang bersamaan. Sejujurnya, sebagai manusiapun ada kapasitas bagiku untuk dapat menerima tekanan yang datang. Namun bagiku tekanan terberat justru datang dari orang terdekat yang pada awalnya aku anggap bisa sedikit memberikan dukungan guna meringankan beban yang sedang kupikul. 

Sejauh ini aku berusaha memahami seluruh kondisi yang ada sambil berusaha tetap fokus pada segala hal. Bukan urusan mudah bila harus bisa fokus ke banyak permasalahan yang memang harus dilakukan secara serentak tanpa harus kehilangan konsentrasi. Kadang terasa sangat lelah yang tidak jelas sekali dengan bertumpuknya segala permasalahan yang harus direspond secara bersamaan. 

Well,... I'm just a human, I could make any mistake,....
I could be wrong while making any decision,...
But, can YOU just understand what I'm facing is now... ??? 
Could YOU give a little room just for "breathing" thinking for what I'm going to do... ???

Kalau ada satu kalimat yang sedikit dekat dan bisa mewakili kondisiku saat ini adalah "KACAU". Ya, sungguh kacau kondisiku saat ini. Tekanan pekerjaan tidak pernah membuatku depresi,... Tekanan penyelesaian tidak pernah membuatku frustasi,... 

Akh,.. terlalu banyak beban di kepala ini, aku tidak menemukan kalimat yang sangat bisa mewakili suasana hatiku ini. Aku hanya bisa berharap ada sedikit ruang yang diberikan untuk bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik. 

I wish,........my family out there could understand my feeling now,.... 

Banjarmasin - 12062012 -


Rabu, Juni 06, 2012

Doa & Harapku,...


Ketika dua hati disatukan,
Harusnya mereka bisa saling mengisi disetiap kekosongan,....

Ketika dua langkah dipasangkan,
Harusnya mereka bisa berjalan beriringan,...

Akan ada banyak perbedaan bila itulah tujuan akhir sebuah pencarian,
Namun tak bisakah dikesampingkan guna mencapai sebuah tujuan ?

Akan ada banyak sandungan dalam meniti jalan,
Namun tak bisakah saling berpegangan agar tak jatuh dari titian ?

Ketika ada kesalahan yang memang telah dilakukan,
Selalu ada maaf yang diharapkan,
Meski takkan dapat menghapus penyesalan,...

Ketika ada satu masa yang memang tak dapat dikembalikan,
Selalu ada banyak cara untuk bisa kembali diuntaikan,
Meski takkan mencapai kesempurnaan,...

Ketika ada sebuah kepercayaan yang memang telah dinistakan,
Selalu ada janji yang dicoba tuk dibuktikan,
Meski tidak mudah diyakinkan,...

Mencintaimu,...
Merupakan sebuah pilihan

Menjalani hari bersamamu,...
Merupakan sebuah keinginan

Tak pernah sekalipun kututup hariku dengan sebuah penyesalan,
Sepahit apapun sebuah keadaan,...

Andai ada sebuah harap yang kuinginkan,...

Semoga selalu ada maaf yang bisa diberikan,
Dikala datang kebencian melanda,...

Semoga selalu ada kepercayaan yang bisa diberikan,
Dikala datang keraguan menyita,...

Andai ada sebait doa yang kupanjatkan,...

Semoga kelak ada sebuah pengakuan, 
Bahwa aku bisa dibanggakan,...


Love U
- created & dedicated to my lovely wife -


Minggu, Januari 08, 2012

Keluargaku,..... Semangatku,....



Inilah potret keluargaku. Sebuah keluarga kecil namun kehidupan kami punya warna. Aku bersyukur kepada Allah yang telah menganugerahiku sebuah keluarga yang bahagia. Seorang istri yang sangat memahami akan keadaan suami, dua orang anak yang terkadang membuat kesal tapi sangat menyenangkan.

Keluarga merupakan tempatku kembali sejauh apapun aku bekerja, keluarga merupakan tempat curahan hati dan keluarga merupakan semangatku.

Tak terasa 11 tahun sudah kubina keluarga ini. Belumlah bisa dibilang lama, namun tidak bisa dibilang sebentar. Banyak hal yang sudah kami alami dalam kurun waktu tersebut. Ada hal dimana kami harus jatuh,... dan ada hal dimana kami harus bangun,...

Membina keluarga membutuhkan mental yang kuat. Sekali kaki ini melangkah ke sebuah jenjang perkawinan, maka disanalah kan didapati arti hidup yang sesungguhnya. Masih terngiang pesan almarhum ayahku ketika kuutarakan untuk memulai rumah tangga ini,

"Wan, dalam sebuah perkawinan, dibutuhkan kesiapan mental. Bapak tidak bisa memberikan banyak nasihat karena setiap pernikahan memiliki tingkat ujian yang berbeda."

Butuh lebih dari 8 tahun bagiku untuk benar-benar bisa memahami makna ucapan almarhum ayahku itu, sebuah proses pemahaman yang sangat panjang.

Aku mencintai keluargaku, dan aku akan berbuat banyak untuk selalu bisa mempertahankan keutuhan keluargaku. Mereka memberiku banyak alasan untuk bisa menghadapi kehidupan ini dengan sebaik-baiknya.

Aku berharap, seiring bertambahnya usia keluarga ini, maka semakin bertambah pula pengetahuan, kearifanku dalam menjalaninya.

I love You All,.....
You are my strength when I was weak,...
Lifted me up up when I couldn't reach,..
You gave me faith cause you believe,...

Sudahkah aku syukuri nikmat yang kuterima,..... ?

Cerita ini sudah lama terjadi, namun aku selalu mengingatnya sebagai hari yang punya makna mendalam yang menjadi bagian dari perjalanan hidupku.

Hari itu aku mengalami suatu peristiwa yang cukup membuatku tersentuh dan bertanya di dalam hati ini, "Sudahkah aku syukuri seluruh nikmat yang Allah berikan,.... "

Berawal dari teriknya panas yang membakar hari, aku baru saja pulang dari suatu tempat seusai membeli sebuah console game XBOX. Sudah lama aku ingin sekali memiliki console game sebagai teman untuk melepaskan kejenuhanku di dalam menjalani rutinitas kerja setiap hari. Singkatnya, setelah membulatkan hati, aku beli sebuah console game di sebuah pusat elektronik terkenal di jakarta. Harganya tidak bisa dibilang murah, bahkan "sangat mahal" bagi orang sepertiku. Namun kucoba untuk "memaksakan" sedikit keinginanku ini.

Sepulang dari membeli console game tersebut, di depan rumah ada seorang bapak tua yang berjualan es cendol dengan gerobak. Karena cuaca cukup panas, maka kupesanlah 1 kepada si bapak sambil kulanjutkan lagi aktifitasku di rumah.

Usai menikmati cendol, seperti biasa kuhampiri si bapak.

"berapa pak ?" tanyaku
"seribu saja mas,.." jawabnya

Lalu akupun membayar sejumlah yang disebutkan, sambil langsung berlalu. Disinilah "moment" yang cukup menyentuh hati ini terjadi. Sesaat setelah menerima uangku dan aku telah berlalu dari hadapannya, kudengar suara si bapak,

"Alhamdulillah ya Allah,... atas rejeki ini,..." demikian telingaku mendengar sebait kalimat terucap dengan pelan. Aku yang telah berlalu dari hadapannya, terhenti sejenak dan mencoba menengok ke arah si bapak.

Aku mendapati si bapak tengah memegang uang 1000 rupiah tersebut sambil tangannya diangkat layaknya berdo'a. Kuperhatikan lagi dengan seksama, dengan mata terpejam si bapak kembali mengucap pelan,

"Ya Allah,.... Alhamdulillah,... alhamdulillah,.... kau limpahkan nikmat hari ini"

Aku terdiam sejenak menyaksikan sebuah pemandangan yang memang jarang sekali kutemui. Setibanya di pintu rumah, aku duduk terdiam sambil merenungi kejadian tadi.

Untuk sejumlah uang 1000 rupiah, sedemikian dalamnya kah rasa syukur itu ??? uang yang memang bagiku sangat kecil dan kadang tidak terlalu berarti. Namun dalam kehidupan si bapak tukang cendol tadi sangat terasa berharga sekali. Tak terasa kutitikkan air mata, mengingat peristiwa tadi.

Ada rasa malu di dalam hati dengan peristiwa tadi. Kuhabiskan uang cukup besar untuk membeli sebuah console game yang memang belum tentu menjadi kebutuhan utamaku, sementara si bapak dengan uang seribu rupiahnya yang diterima masih bisa mensyukurinya dengan teramat sangat besar.

Sebuah pelajaran hidup berharga yang Allah berikan bagiku untuk mensyukuri nikmat sekecil apapun. Terkadang mata ini buta akan sekeliling. Kita terkadang suka mengeluhkan keadaan hari-hari kita yang "susah", merasa orang paling merana di dunia ini, padahal bila kita mau membuka mata hati kita, sungguh betapa tak terhingganya nikmat Allah ini kita terima sampai tak bisa kita menghitungnya.

"Wa in ta'udduu ni'matallahi la tuhsuuhaa,..."
"jika kau coba menghitung seluruh ni'mat Allah ini, maka sungguh takkan bisa terhitung ni'mat tersebut,..."

Kejadian hari itu selalu teringat dengan baik di kepalaku frame by frame-nya, bagaimana suara lirih si bapak terdengar ketika berucap, bagaimana wajah tulus terlihat ketika mengekspresikannya. Kejadian hari itu telah membuatku berubah dalam menjalani kehidupan ini. Kejadian hari itu telah memberikanku sisi lain dari cara aku mensyukuri seluruh ni'mat yang Allah beri.

Kadang hati inipun masih bertanya, sudahkah kusyukuri ni'mat yang Allah berikan hari ini ? Bila si bapak tukang cendol saja masih bisa mensyukuri uang seribu rupiah, mengapa aku tidak bisa mensyukuri uang yang nilainya ribuan kali lipat dari itu ?

Sebuah cerita hidup yang memang pantas untuk kutulis,...
Sebuah cerita hidup yang sangat pantas untuk diingat,...
Sebuah cerita hidup yang aku harap bisa kubagikan kepada seluruh teman, sahabat serta keluargaku,...