Kamis, Februari 21, 2013

Al-Yadul Ulaa,...Khoirun Min Yadissuflaa,... (Tangan Diatas Lebih Mulia Daripada Tangan Dibawah)


Bersedekah,....... !!! sebuah kalimat sederhana namun sangat sulit mengimplementasikannya. Yup, bersedekah tidaklah semudah kelihatannya. Harus ada unsur ikhlas di dalamnya,... menafikan sifat riya (ingin dipuji) dan ujub (membanggakan diri). 

Lalu, apa yang kita dapat dari bersedekah ? Tentunya sangat banyak sekali. Sedekah melatih jiwa kita untuk peduli terhadap sesama, menafikan pamrih. Sedekah juga menjaga kita dikala kita mengalami keterpurukan harta. 

Apakah ini benar adanya ? Atau hanya sebuah cerita-cerita yang didengungkan oleh para ustadz-ustadz saat berceramah ? Untuk hal ini, aku sendiri yang akan menjawabnya langsung dengan kalimat, "Benar,.....!!!"

Sejak kecil orang tua mengajarkanku untuk rajin bersedekah. Bukan tanpa alasan mereka mengajarkan itu. Ayahku pernah mengatakan kepadaku, "Wan,.... jangan lupakan untuk menyisihkan harta guna bersedekah kepada mereka yang membutuhkan, karena itu akan melipat gandakan harta kita dan juga menjaga kita dikala kondisi harta kita sedang mengalami keterpurukan. Selain itu, tidak ada orang yang miskin karena sering bersedekah,...."

Lama sekali aku merenungi kalimat itu serta membuktikannya di dalam pengalaman hidupku. Dari yang aku alami hingga kini, entah sudah berapa kali Allah membuktikan keajaiban manfaat bersedekah kepadaku. Aku masih ingat beberapa peristiwa dimana aku sangat membutuhkan biaya guna suatu kebutuhan. Dikala aku tengah butuh biaya besar dan aku merasa harapanku untuk mendapatkan uang sangat kecil (secara logika), alhamdulillah, Allah memberikan jalan keluar dari kesulitan itu. Subhanallah,.... Maha Suci engkah Ya Allah yang telah memudahkan segala yang sukar bagiku. 

Namun, ada hal terberat dari bersedekah ini, yaitu menjaga hati agar tetap ikhlas terhadap apa yang kita keluarkan. Inilah hal terberat dari esensi bersedekah. Kemudian, sangatlah sukar bersedekah dikala kondisi kita tidak punya ketimbang berharta. Itu telah aku buktikan sendiri. Oleh karenanya sangatlah berbeda nilai sedekah antara orang yang miskin dengan orang yang berharta. Silahkan imajinasikan, orang miskin yang hanya memiliki uang 10 ribu rupiah dan menyedekahkan 5 ribu rupiah uangnya dengan orang kaya yang hartanya berlimpah dan menyedekahkan 20 juta rupiah uangnya.  

Ya Allah,...
Semoga Kau berikan kekuatan hatiku untuk selalu bisa menjaga hatiku,...
Semoga Kau jaga kami dari kefakiran, karena kami takut fakir akan membawa kami ke menjadi kufur,...

Ya Muqollibal Qulub,... (Wahai Sang Pembolak balik hati)
Tsabbit Qolbii 'ala diinika,... (Tetapkan hatiku pada agamamu)

Ya Muyassiro kulli asiir,... (Wahai Yang memudahkan segala yang sukar)
Fataisirul asiir 'alaika yasiir,...(Mudahkan segala yang sukar karena bagiMu itu sangat mudah)




Tidak ada komentar: